Einstein penah berkata,terjemahan, bahwa
“Jika saya diberi waktu satu jam untuk mengamankan dunia, maka saya akan pakai 55 menit untuk mendefinisikan masalah dan sisanya untuk mendapatkan solusi.”

Kutipan itu menyiratkan bahwa pada pemecahan masalah, mencoba mengerti masalah lebih penting daripada mencoba menjawabnya secara langsung. Bah, bagaimana bisa menjawab masalah kalau tidak mengerti masalahnya. Tapi, pada prosesnya pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru masih sebatas berorientasi pada pengetahuan yang jawabannya relatif mudah ditemukan. Sehingga tidak memunculkan motivasi untuk masuk pada pemecahan masalah, dengan titik berat pada pendefinisiannya. Pertanyaan dangkal seperti
Berapa luas lingkaran berjari-jari blah?
mudah dijawab, tetapi
Bagaimana memformulasikan luas lingkaran?
lebih mengarah pada penelitian. Dan dalam penelitian tidak hanya diperlukan pengetahuan, tetapi juga keterampilan memecahkan masalah. Ponsel berkoneksi ke internet pun dapat dimanfaatkan.
Jadi jangan tergesa-gesa perhatikan dulu masalahnya,
Ibunya maya, punya lima anak, diantaranya andra,andri,andru,andre. Sebutkan kelima anak itu.

Iklan

Kaget ketika membaca berita tentang perilaku siswa memanfaatkan hpnya. Sumber dalam berita itu mengklaim bahwa berponsel di sekolah lebih berbahaya daripada bolos karena ponselnya bisa digunakan untuk membuka hal-hal yang tidak benar. Karena internet lebih mudah diakses, misalnya via ponsel, maka hal tersebut memang mungkin terjadi. Namun, saya kira alasan yang lebih utama adalah rasa bosan dan kurang menghargai guru ketika kelas berlangsung. Sebagai seorang siswa yang bosan ketika kelas berlangsung,jika ada kesempatan tidak segan saya mengakses internet untuk mendapatkan berita atau bersosialisasi. Di lain pihak, terkadang saya juga ada dalam posisi guru. Dalam ini, tentu saja saya berusaha agar ada interaksi seaktif mungkin dengan siswa melalui materi yang saya berikan, yaitu matematika. Jadi masalahnya sekarang adalah bagaimana guru membuat dan mengarahkan interaksi aktif antar-siswa di kelas. Bagaimana pun sebagai manusia yang berpikir rasa bosan adalah musuh yang harus segera dibunuh.

Ada lelucon favorit tentang natal yang tahun lalu saya gunakan sebagai sms selamat natal.
Apakah persamaan antara natal dan halloween?
Oct(31) = Dec(25).

Hoho. Ternyata tanggal perayaan halloween, 31 oktober berhubungan dengan tanggal perayaan natal jika akronim bulannya,dalam bahasa inggris, merupakan fungsi yang menunjakkan sistem bilangan. Dec untuk decimal,perpangkatan 10, yang biasa dipakai dan Oct untuk octadecimal, perpangkatan 8. Jadi Oct(31) = 3*8^1 + 1*8^0 = 25 = Dec(25).
Owh,kebetulan yang luar biasa.

Di situs komplex plane tersedia banyak lelucon seputar matematika, ilmu murni lainnya dan ilmu aplikatif. Kontennya yang sepenggal-sepenggal sangat enak jika dibuka via hp untuk mengisi waktu luang.

Mempopulerkan Matematika dan Batik

Cek berita ini. Dalam berita itu dibahas tiga orang yang membuat batik dengan motif yang dihasilkan dari fraktal, salah satu istilah matematika dalam sistem dinamik. Di dalam situs itu terdapat juga aplikasi jbatik beserta source-nya yang berlisensi open-source. Untuk info lebih lanjut tentang fraktal cek di wikipedia.

Jika kamu punya matlab, berikut ini adalah kode untuk membuat fraktal yang dihasilkan dari sebuah permainan chaos.

n = 10000;
p = 3;
r = 3/8;
x0 = sin([1:p]*2*pi/p);
x0 = cos([1:p]*2*pi/p);

x = zeros(n,1);
y = zeros(n,1);

for i=1:n
z = rand(1);
x(i+1) = (x(i)+x0(ceil(z*p)))*r;
y(i+1) = (y(i)+y0(ceil(z*p)))*r;
end

plot(x,y,’.’,’markersize’,1);
set(gca, ‘dataaspectratio’, [1 1 1]);

Saya kira ide penerapan matematika dalam batik ini sangat berharga dan semoga melalui ini mereka yang kurang (sekali) peduli pada hasil kebudayaan bangsa sendiri, bisa mengenal batik dan matematika sekaligus.

Upacara Bendera, ups..

Semakin hari semakin kelihatan betapa tidak siapnya para pengurus pemerintahan. Saat (terpasak) melihat upacara 100 tahun peringatan kebangkitan nasional ada beberapa peristiwa yang menunjukkan ketidaksiapan pelaksana upacara. Dan sekarang saat memperingati hari kemerdekaan yang ke-63 juga terekam peristiwa kecerobohan pelaksana upacara, bahkan dari seorang komandan upacara.

pedang Komandan Upacara Kolonel Marinir (AL) Bambang Suswantono terjatuh saat akan maju melapor kepada Presiden Yudhoyono

Selain  itu,

Merah Putih turun lebih dulu ke tanah sebelum lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

Diberitakan oleh kompas.

bah.