Berpikir Lateral

Berpikir lateral digagas oleh Edward de Bono. De Bono mendefinisikan berpikir lateral sebagai metode berpikir yang memperhatikan masalah perubahan konsep dan persepsi. Sehingga perpikir lateral merupakan salah satu langkah untuk dapat berpikir secara lebih terbuka, fleksibel, dan kreatif terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar.

Dalam teori ini dikenalkan operasi Po. Operasi ini merupakan kependekan dari provocative operation, yaitu suatu operasi yang memprovokasi ide selanjutnya. Po digunakan untuk mengusulkan ide yang tidak harus merupakan solusi atau ide yang ‘baik’, tetapi mendorong untuk berpikir ke tempat baru dimana ide bisa dihasilkan.

Beberapa masalah berikut.

[1 seorang pria dan anaknya] Seorang pria dan anaknya mengalami kecelakaan mobil. Ayahnya meninggal di tempat dan si anak di bawa ke rumah sakit dengan luka parah. Ketika si anak tiba di sana, dokter yang akan mengoperasinya berkata, “saya tidak bisa mengoperasi anak ini, dia adalah anak saya!” Bagaimana mungkin?

[2 Zer0 dibalik jendela kotor] Zer0 sedang memandangi jendela berkaca kotor di ruangan kantornya yang berada di lantai ke-26 suatu gedung perkantoran. Dalam keadaan depresi ia membuka jendela itu dan melompat melewatinya. Ajaibnya setelah ia mendarat, tidak ada luka sama sekali. Dengan asumsi tidak ada suatu gaya yang memperlambat kecepatan jatuhnya, bagaimana dia bisa selamat?

[3 Zer0 dan pikiran jahatnya] Zer0 ingin membunuh Satu karena selalu diperhitungkan pertama. Zer0 tahu kebiasaan Satu yang suka minum di bar di depan kantornya sepulang kerja. Hari ini Zer0 akan membunuh Satu dengan cara menyamar sebagai bartender dan meracuni minuman yang akan dipesan Satu. Segera Zer0 membubuhi gentong bir ber-es dan menunggu kedatangan Satu. Tidak lama kemudia Satu datang, dan segera memesan bir dingin. Dengan senang hati Zer0 memberinya segelas bir dari gentong itu. Satu meneguknya dengan cepat dan meminta satu gelas lagi. Bir berikutnya Satu teguk lagi dengan cepat. Beberapa lama kemudia Satu runtuh di meja bar. Zer0 menyeringai, puas, dan lalu memastikan bahwa Satu sudah mati. Ketika menyentuh nadi di leher Satu, Zer0 terkejut karena nadi itu masih berdenyut. Tidak mungkin racunnya bekerja dengan lambat, itu racun paling mematikan, pikir Zer0. Beberapa menit kemudian ia memastikan bahwa Satu memang tidak mati, ia hanya pingsan karena teler. Zer0 dengan sangat depresi menyimpulkan bahwa Satu memang benar-benar didampingi malaikat pelindung sambil mengambil bir dan kemudian meminumnya. Lima detik kemudian Zer0 mati. (omg, zer0 mati!)

Cerita yang menarik! Selamat ber-Po ria untuk mendapatkan jawaban yang dapat diterima.

2 pemikiran pada “Berpikir Lateral

  1. Ping balik: Po: dokternya penakut, tuh. « from zer0 to infinity
  2. Ping balik: Whatever You Think - Think The Opposite « Sains-Inreligion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s