Zer0 Belum Mati

Matematikawan tak pernah mati, karena ia hanya kehilangan beberapa fungsi. Zer0 hanya bingung. Dan kini ia merasakan sesuatu yang aneh, seperti kesedihan. Ia ingat Francie yang musim panasnya ia terlantarkan begitu saja hanya dengan duduk di serambi dan berpura-pura meremehkan anak-anak yang sedang bermain di jalan. Francie hanya bermain-main dengan teman khayalan dan berpura-pura bahwa mereka lebih baik daripada anak-anak sebenarnya. Francie punya satu kebangaan, perangko koleksinya. Perangko-perangko itu kebanyakan berasal dari luar negeri. Zer0 ingat Francie pernah menunjukkan koleksinya itu padanya. Tapi ingatan Zero terpenggal-penggal:

  • Gambar kuda bukan di perangko Inggris

  • Gambar kapal pesiar bukan pada perangko merah

  • Perangko Austria bergambar sebuah kastil

  • Perangko bergambar kucing warnanya oranye

  • Perangko Belanda bukan yang oranye

  • Gambar kuda pada perangko coklat

  • Perangko Jepang berwarna hijau

Namun, Zer0 punya metoda. Tidak lama kemudian ia bisa memetakan perangko dengan propertinya masing-masing.

Masalah di atas diajukan pada pertemuan Zer0 terakhir di tahun ajaran ini. hiks.. Masalah seperti itu merupakan masalah yang mengimplementasikan teori latin square-implementasi paling terkenalnya adalah sudoku. So.. jangan bilang belum tahu sudoku.

Masalah lain adalah masalah yang diadopsi dari aom.

  • Tambahkan dua buah titik sehingga persamaan berikut menjadi benar:

(18+12)(18-12)=18

  • Tambahkan satu titik agar persamaan ini menjadi benar:

(71+1)(71-1)=71

  • Tambahkan dua titik sehingga persamaan berikut benar:

(3+21)(3-21)=13

Menarik melihat beberapa Po yang dihasilkan: titik dalam operasi matematika bisa jadi perkalian, pembagian(tempatkan supaya mengapit tanda minus), persen. Sayangnya tidak ada yang cocok untuk masalah penambahan titik. Lalu muncul Po berikutnya, karena kita bebas menggunakan kalkulator muncul ide menggunakan tanda titik sebagai koma. Tentu saja karena kita memang menggunakan titik sebagai pemisah bilangan desimal daripada tanda koma, pengguaanya dapat diterima. Dan masih gara-gara ada kalkulator, Po berikutnya adalah penggunaan tanda seru yang didefinisikan sebagai faktorial.

Sedangkan masalah ketiga, muncul Po yang menarik: asal memberikan titik diatas satu, jadi i, dan menyelesaikan persamaan dalam i, kemudian mendefinisikan i yang sesuai. haha..

Sayangnya, kebanyakan lupa kalau i sudah didefinisikan dengan baik dalam matematika. Yang diperlukan hanya berpikir kompleks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s