Percintaan Menurut Kurt Vonnegut

Yep, ini merupakan salah satu masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, selain matematika, tentunya. Kurt Vonnegut merupakan salah satu penulis AS yang saya baca karyanya. Uniknya adalah pengungkapannya yang berupa humor ironis.

Ini merupakan salah satu ceritanya tentang cinta yang diambil dari gempa waktu (terjemahan).

Perempuan yang saya cintai itu tidak tahu bahwa saya menyukainya. Anda mau bicara tentang wajah tanpa ekspresi? Manakala matanya bertatapan dengan mata saya, ia seperti memandang sebutir melon!

Lantaran ia bekerja sambil duduk, dan lantaran meja dan renda yang dikenakannya, segala yang pernah saya lihat dari dirinya hanyalah dari leher ke atas. Itu sudah cukup! Dari leher ke atas ia ibarat hidangan Thanksgiving! Saya tidak memaksudkannya sebagai sepiring kalkun dan kentang manis dan saus kranberi. Maksud saya, ia membuat saya merasa dirinya ibarat hidangan yang siap disantap. Ayo makan! Ayo makan!

Terus terang tulisannya benar-benar menghibur dengan cara yang unik, berbeda dengan hiburan yang bersifat matematis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s